Skip to main content
Caretet

follow us

Mengenal Taman Tirtasari dan sejarah tirtasari sonsang sebelum menjadi lokasi wisata [Jorong Sonsang]


 Sonsang merupakan sebuah jorong yang terletak di bawah Bukit Tasia, Sonsang sendiri merupakan jorong yang pontensial dalam hasil pertaniannya. Jorong Sonsang berada di daerah Kabupaten Agam, Kecamatan Tilatang Kamang, Nagari Koto Tangah.

Baca Juga :
 >>10 tradisi atau Budaya minangkabau ( sumatera barat ) yang masih eksis dan tidak diketahui publik  


Pada tahun 70 an Taman Tirtasari sudah menjadi primadona orang-orang untuk pergi berwisata, namun karena kurangnya perhatian masyarakat akibatnya Taman Tirtasari menjadi tidak diminati publik lagi dan menjadi rawa-rawa yang tidak terawat. Akan tetapi ketika itu, lokasi taman tirtasari dijadikan sebagai tempat untuk mencari ikan seperti ikan pawas, ikan gabus, dan lain-lain.

 Walaupun Taman tirtasari sudah tidak terawat lagi, tetapi lokasi wisata ini tetap memberikan hasil yang bermanfaat bagi masyarakat Jorong Sonsang. Setiap tahunnya masyarakat mendapatkan hasil panen dari ikan-ikan yang hidup di rawa-rawa Taman Tirtasari. Cara panennya pun sangat unik, dan menggunakan alam sebagai alat untuk mempermudah memanen ikan-ikan yang ada disana. Cara memanen masyarakat ketika itu dengan cara bergotong royong secara bersama-sama, baik tua, maupun muda bahkan anak-anak kecil pun ikut andil ketika memanen ikan tersebut. dengan menggunakan rumput ilalang yang ada dilokasi tersebut masyarakat memanen ikan-ikan yang ada disana.

Baca Juga :
>>Pariwisata sektor yang paling di incar dalam bidang bisnis dan memiliki beberapa hambatan dalam pengembangan wisata, dan masuk kategori pencarian google tertinggi  

Selain itu, pada zaman dahulunya Jorong sonsang juga memiliki cerita tersendiri ketika masa penjajahan dan perang PRRI, untuk cerita ini mungkin penulis akan mengkonfirmasikan terlebih dahulu kepada sumber-sumber yang relevan. Sedikit yang penulis ketahui, bahwasanya Jorong Sonsang merupakan salah satu tempat markas para pahlawan kita pada masa dahulunya yang disebut Kompi Biruang. Mereka (para pahlawan) akan naik ke atas puncak bukit tasia untuk melihat dimana lokasi penjajah dan memberitahukan kepada masyarakat untuk bersembunyi ketika penjajah sudah mendekati Jorong Sonsang.

Sangat banyak sekali cerita yang tersimpan di Jorong yang satu ini, sampai cerita gadih ranti pun juga pernah ada di Jorong Sonsang ini. Mungkin suatu saat penulis akan menceritakannya kepada pembaca.

Cerita lainnya ditahun 90 an, penduduk Jorong Sonsang memiliki sebuah kerajinan yang bisa dikatakan sangat produktif dan membantu meningkatkan PDB (Produk Domestik Bruto) Negara Indonesia. Hal ini dikarenakan setiap produk yang dihasilkan masyarakat Jorong Sonsang dijual oleh Distributor dipasaran ke luar negri.

Baca Juga :
>>Tips agar cepat bisa menjadi enterpreneur ( pengusaha ) yang sukses agar dapat bersaing di skala Nasional ataupun Internasional  

Mungkin setiap orang berpikir jika seseorang membicarakan perhiasan perak, pasti semua orang bilang “produk dari Koto Gadang ya”. Namun persepsi itu salah, Jorong Sonsang merupakan Jorong yang memiliki produksi perhiasan perak paling banyak di antara semua darerah yang ada di kabupaten agam. Dalam satu minggu, masyarakat Jorong Sonsang diperkirakan dapat menghabiskan 18 Kg perak murni untuk di olah menjadi perhiasan ikat cincin.

18 Kg itu didapatkan dari hasil yang penulis hitung jika dibayangkan saja masyarakat yang memproduksi produk perak ada 60 orang (namun data dilapangan mengatakan lebih dari 60 orang). Jika 1/3 (sepertiga)nya dapat menghabiskan 500 gram perak murni dan 2/3 (dua pertiga)nya menghabiskan 200 gram perak dalam satu minggu (Penulis membayangkan ada masyarakat yang santai dalam pengerjaan produknya dan ada yang produksinya cepat).



Note : Nilai yang dibayangkan tentu lebih kecil dari data yang ada dilapangan untuk memberikan tingkat kepercayaan dan keakurasian yang tinggi.

Baca Juga ;
>> Ekonomi kreatif merupakan cara terbaru dalam memecahkan masalah perekonomian dan dapat membuka lapangan pekerjaan baru 

Jika dibuatkan 18 Kg perak murni tersebut untuk membuat cincin yang biasa, ini bisa menghasilkan sekitar 3000 – 3600 produk dalam 1 minggu. Jika 18 Kg dibuatkan ke cincin yang memiliki deamon akan menghasilkan sekitar 1500 – 2000 produk dalam satu minggu. Apabila harga satuan cincin biasa adalah 150.000 maka, masyarakat akan mendapatkan pendapatan dari penjualan sekitar 450.000.000 (empat ratus lima puluh juta). Jika cincin yang memakai deamon adalah dengan harga 300.000 tentu pendapatan masyarakat juga akan sama dengan cincin yang biasa.
Disini kita tidak akan menghitung berapa pendapatan bersihnya, akan tetapi kita bisa membuka mata dan melihat dalam satu bulan masyarakat dapat memproduksi 12.000 produk perbulannya, dan menghasikan penjualan 1.8 Miliar dalam satu bulan. Mungkin menurut semua orang ini hanyalah gurauan semata, tetapi ini lah kenyataan dari nagari gemilang Jorong Sonsang Tirtasari.

Akan tetapi 2 tahun yang lalu tepatnya di pertengahan tahun 2015 karena kurangnya kontrol baik dari masyarakat maupun dari pemerintah mengakibatkan usaha masyarakat ini mati, dan bisa dikatakan mati suri. Hal ini dikarenakan beberapa faktor dan lebih kuatnya ke faktor eksternal. Sehingga banyak masyarakat yang beralih profesi menjadi petani, dan banyak juga yang merantau.

Setelah beberapa bulan merasakan keterpurukan, para pemuda Jorong Sonsang berisiatif untuk membangun kembali Taman tirtasari sebagai destinasi wisata. Dan pada awal tahun 2016 diresmikannya pembukaan Taman Tirtasari sebagai Tempat wisata yang memiliki tujuan untuk memberikan kesenangan dan kebahagiaan bagi pengunjung yang berkunjung ke lokasi.

Mungkin Sedikit masukan untuk Pemuda pemudi yang ada di Jorong Sonsang untuk memberikan sebuah kesan yang baik bagi pengunjung. Maksudnya disini adalah Setidaknya ketika pengunjung sudah berkunjung ke Taman Tirtasari memberikan kesan yang unik dari Taman Tirtasari ketimbang dengan tempat-tempat wisata lainnya. Mungkin ketika pengunjung selesai mengunjungi Taman Tirtasari diberikan buah tangan atau bisa juga membuatkan Museum atau tempat pameran (dibuatkan ruangan Khusus) produk perhiasan yang dibuat oleh anak-anak negri Jorong Sonsang.

Mungkin sekian dari penulis, mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak terletak pada tempatnya. Thanks for waching :)

peringatan : dilarang keras untuk mengcopy artikel yang memiliki peringatan seperti ini. jika masih tetap mencopy paste, maka akan di tuntut sesuai undang-undang yang berlaku silahkan untuk melihat rujukan privacy policy

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar